Langsung ke konten utama

Putrimu adalah Pahalamu

 

Bayi.com

Allah melihat manusia bukan dari kecantikannya, bukan pula dari banyaknya harta. Allah Mahaadil. Dia melihat kita dari ketakwaan dan amal sholeh.

Sepasang suami istri, menjalani biduk rumah tangga selama empat belas tahun dan belum dikaruniai seorang anak. 

Pada tahun kelima, pasangan suami istri tersebut memutuskan mengangkat seorang bayi perempuan yang masih merah menjadi anak. Tepatnya masih berusia dua puluh lima hari.

Pasangan ini merasa begitu bahagia dengan keberadaan bayi yang diberi nama Kinan di tengah-tengah mereka. 

Mulailah mereka sibuk berbelanja segala keperluan Kinan. Mulai dari susu, popok, pakaian bayi, minyak telon, ayunan, gendongan, termasuk surat-surat pengangkatan Kinan sebagai anak.

Hari pun cepat berlalu. Sekarang Kinan tumbuh menjadi gadis cantik dan manja. Tak satupun tetangga yang usil membongkar bahwa dirinya hanyalah anak angkat. Jati diri Kinan tertutup rapat sampai sekarang.

Sesekali aku datang mengunjungi keluarga ini. Mereka sudah pindah rumah sekitar dua tahun yang lalu. Kali ini tidak mengontrak, melainkan tinggal di rumah yang mereka bangun perlahan. Rumah itu berada sedikit di atas bukit. Tak terlalu besar, tetapi cantik oleh berbagai tanaman bunga.

Aku berdiri di sisi jendela besar dengan jaca yang bening. Nun di bawah, adalah tanah mereka yang baru terbeli. Bukan main, rezeki mengalir saja untuk keluarga ini.

Sampai di situ, aku tak merasa iri. Aku tau pekerjaan suami kita sama, tetapi ekonomi jauh berbeda. Kuanggap itu adalah jalan kita masing-masing.

Seperti biasa aku diajak bongkar-bongkar laci dan lemari. Khas ibu-ibu untuk membagikan perasaan gembiranya. Gembira karena bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan anaknya. Mulai dari baju-baju karakter anak perempuan kekinian, asesoris, sampai hobi Kinan memelihara anggora.

Aku turut senang, punya teman yang bahagia. Apalagi dari kebaikan hati mereka, Allah mengganti dan menambah rezeki mereka. Benar-benar Allah Mahamembalas.

Dari postingan di medsos, aku juga melihat Kinan tumbuh bahagia dengan segala senyumnya. Goes dengan ayah ibunya, belanja di supermarket, perayaan ulang tahun, dan lomba-lomba di sekolah yang tak absen dari media sosial sang ibu.

Sungguh roda hidup itu berputar. 

Betapa dulu mereka hidup apa adanya dan penuh perjuangan. Bahkan bisa dibilang irit.

Di sisi lain ayah Kinan bekerja begitu keras. Tak perduli malam ataupun hujan. Bahkan hari libur.

Sekarang apa yang dicita-citakan untuk sang istri, hampir semua tercapai. Perabotan dapur yang lengkap, belanja-belanja online baju dan segala perlengkapannya, rumah, mobil...

Kinan beruntung hadir di tengah-tengah mereka. Begitu banyak fasilitas yang membantunya belajar, apalah lagi hanya untuk bermain-main. Senyumnya dalam setiap foto pun tampak ceria dan bahagia.

Putrimu adalah pahalamu.

Komentar

Posting Komentar